Kamis, 18 Desember 2008

Mengapa saya percaya nasib dan takdir ?!!

Saya sangat percaya bahwa rencana-rencana telah terbentang untuk saya. Takdir saya telah ditentukan,dan bagaimana kehidupan saya terhampar tidak terlalu berhubungan dengan saya dan segalanyaberhubungan dengan nasib. Arah hidup saya tidak ditentukan oleh kehendak bebas,tetapi oleh rencana induk. Nasib saya tidak bisa diubah dengan cara apapun. Saya hanyalah pion dalam rencana induk alam semesta ini. Motto saya adalah "Apa yang akan terjadi,terjadilah."


Ada cerita bagus yang menggambarkan pemikiran ini. Badai menerjang sebuah desa kecil,menyebakan banjir besar. Hanya atap-atap rumah yang kelihatan,seakan-akan laut tumpahke jalan-jalan. Sebuah datang menghampiri seorang Wanita yang sedang memeluk erat kubah masjid."ayo ibu"kata pria di dalam perahu.namun,wanita menolak untuk pergi. "Tuhan tidak akan membiarkan aku mati"jawabnya.Beberapa menit kemudian sebuah helikopter menjatuhkan tangga tali untuk menyelamatkannya. Dia menolak lagi,"Tuhan tidak akan pernah membiarkan aku mati"katanya dengan yakin. Tak lama berselang datanglah perahu kedua. Dia memegang salib itu erat dan sekali lagi menolak untuk pergi. Badai tidak berhenti. tak lama kemudian air naik sampai ke wanita itu. Dia tersapu dan tenggelam. Dia menemukan dirinya sendiri di Surga di mana Tuhan muncul dihadapannya. "Mengapa Engkau membiarkan aku mati?" tanyanya. "aku percaya kepadamu." Tuhan menjawab. "AKU sudah mencoba menyelamatkanmu,anakku.aku telah mengirimmu dua perahu dan satu helikopter.Kau membiarkan dirimu sendiri mati."

1. Bawalah ketidakgiatan ke ekstremnya.
Sudah menjadi sifat kita sebagai makhluk biologis untuk mengambil pilihan yang akan menimbulkan hasil yang berbeda-beda.bahkan,hewan satu sel yang paling sederhana pun akan merespons rangsangan seperti cahaya atau panas,secara nalurilah bergerak ke arah apa pun yang mendukung hidup. Namun,kita adalah manusia yang bergeraktidak hanya berdasarkan naluri,kita juga menggunakan kekuatan berpikir rasional untuk membuat pilihan-pilihan yang mesti hidup atau mati.dengan kata lain,hidup adalah Taman Bermain kita.

2. Terimalah Tanggung Jawab atas pilihan-pilihan Anda.
Jika anda sibuk menyalahkan orang lain atas keadaan anda,anda mencampakan kekuatan anda untuk mengubah diri anda menjadi lebih baik. Orang lain melakukan keslahan,begitu pula Abda.jadi kenapa? tak ada yang sempurna.Kita belajar dengan membuat kesalahan-kesalahan. Pernahkah anda mendengar perkataan, "Kalau harus terjadi,itu tergantung saya?" Adopsilah pernyataan itu untuk anda.

3. Keluarlah dari zona kenyamanan anda.
Ambillah aktivitas-aktivitas yang tidak akan kuasai,untuk membuat pilihan-pilihan yang menimbulkan konsekuensi-konsekuensi berbeda,besar dan kecil. atau, mainkan permainan yang membutuhkan strategi dalam mengumpulkan materi,seperti catur atau permainan militer, Jangan menghampiri latihan-latihan ini dari sikap "apa pun terjadi,terjadilah" Berilah diri anda minat pribadi dalam hasilnya.

0 komentar:

Posting Komentar

.